Menyambut Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional – 12 September 2025
Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) diperingati setiap 12 September sejak digagas pertama kali oleh Menteri Kesehatan RI, Dr. dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, M.P.H., sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Data Terkini
- Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, 56,9% penduduk usia ≥ 3 tahun mengalami masalah gigi dan mulut, namun hanya 11,2% yang berobat ke dokter gigi (BEM KM FKG UGM).
- Data juga menunjukkan bahwa sebagian besar Puskesmas di daerah terpencil belum menyediakan dokter gigi (sekitar 66,6%), sedangkan wilayah pedesaan (65,8%) dan perkotaan (88,7%) lebih baik dalam hal ketersediaan tenaga gigi (BEM KM FKG UGM).
- Survei lain (SKI 2023) mencatat bahwa hanya 6,2% masyarakat menyikat gigi pada waktu yang tepat (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur), meskipun sudah meningkat dibandingkan dengan 2,8% pada 2018 (Kompasiana).
Mengapa Kita Harus Peduli?
- Masalah ringan seperti karies (gigi berlubang) atau gangguan gusi dapat berkembang menjadi kondisi serius jika dibiarkan.
- drg. Joseph Gunawan, MBA menekankan pentingnya pemeriksaan gigi setiap 6 bulan sekali untuk mendeteksi dini kerusakan kecil—yang sering baru terasa saat sudah sakit (detikHealth).
- Kesehatan gigi dan mulut juga berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Infeksi gigi atau gusi dapat berkontribusi terhadap komplikasi jantung dan kondisi lainnya (detikHealth – Kompasiana).
Mari jadikan 12 September bukan sekadar tanggal di kalender, tetapi momentum untuk membangun kesadaran kolektif—bahwa menjaga gigi dan mulut adalah investasi kesehatan jangka panjang. Dengan langkah-langkah sederhana berikut, kita semua dapat berkontribusi menciptakan “Senyum Indonesia yang Lebih Sehat”:
- Menyikat gigi dua kali sehari (pagi setelah sarapan & malam sebelum tidur).
- Minum air putih cukup.
- Kurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
- Periksa gigi secara rutin setiap 6 bulan.